Seperti biasanya setiap satu tahun sekali umat muslim seantero dunia merayakan hari raya Idul fitri. Namun tahun ini berbeda,dikarenakan Idul fitri tahun 2013 ini di ikuti dengan harga kenaikan bbm. Harga-harga melambung tinggi dengan tidak terkendali. Berbagai macam harga kebutuhan pokok pun melambung tinggi di atas harga sewajarnya. Harga daging pun hampir setara dengan harga emas.
Moment bulan ramadhan dan hari raya idul fitri ini seperti di manfaatkan oleh banyak kalangan pembisnis untuk menaikkan harga atau memberikan harga potongan namun sebenarnya sebelum di beri potongan harga tersebut sudah dinaikkan.Masyarakat kelas menengah ke atas berbondong-bondong menyerbu pasar,swalayan dan tempat perbelanjaan lainnya untuk membeli barang-barang sebanyak-banyaknya. Padahal belum tentu mereka butuh.
Seperti membeli mukena baru,baju baru, kue kue kering khas Idul fitri atau apapun itu yang sebetulnya tidak ada kewajiban untuk membeli. Dan dengan enaknya para produsen menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi. Ini dikarenakan budaya masyarakat kalangan menengah ke atas yang sangat hedonis agar terlihat "wah" disaat Idul fitri dengan pakaian baru dan lain sebagainya.
Bagaimana pun keadaan ini menyulitkan masyarakat kalangan bawah karena banyak harga kebutuhan pokok yang tinggi tidak dapat dibeli. Dan sepertinya budaya hedonisme ini sulit untuk dihilangkan. Mirisnya pemerintah tidak dapat mengontrol harga-harga ini. Setidaknya ketika memang harga harus naik, naiknya harga barang itu terkendali dan tidak semaunya sendiri karena itu meugikan.
Semoga saja kedepannya semua masyarakat dapat menghilangkan atau mengurangi sedikit demi sedikit budaya tersebut. Meskipun terjadi seperti hukum permintaan atau penawaran namun itu tidak mutlak karena akan banyak faktor yang memengaruhi. Dan semoga saja pemerintah dapat membantu meringankan beban masyarakat kalangan bawah.
hanya menyampaikan
BalasHapus