Sabtu, 14 Februari 2015

gadai

Setiap orang sudah tidak asing dengan pegadaian. Ya, tempat gadai dari perusahaan negara. kebetulan rumah saya dekat dengan pegadaian dan terkadang saya suka mengamati kegiatan orang-orang disitu.

Dulu pada saat saya masih kecil, pegadaian begitu ramai. Ibu bilang disitu tempat orang menggadai barang seperti piring, jarit, sendok, dan lain lain.Itu pas saya masih kecil tapi sekarang ketika saya sudah besar pegadaian menjadi sepi tidak seperti dulu pada saat saya kecil.

Ibu bilang sekarang pegadaian berubah seperti sistem perbankan yang tidak memihak rakyat kecil. karena dulu memihak rakyat kecil sekarang sudah berbeda Pada zaman yang persaingannya semakin sulit ini rakyat kecil akan semakin tertindas. Ketika dulu pegadaian bisa membantu perekonomian rakyat kecil karena barang-barang seperti piring, jarit dll masih bisa digadai (untuk bunganya saya kurang tau) sekarang rakyat miskin tidak akan punya barang-barang berharga seperti emas, mobil, motor  dll untuk digadai. Tapi bagaimana ketika mereka membutuhkan uang?

Rakyat miskin tidak akan bisa meminjam uang ke pegadaian tapi mereka kebanyakan akan memilih meminjam ke rentenir atau lintah darat. Dimana bunga pinjaman sangat mencekik dan beban administrasi yang tidak logis. Misalkan ada orang meminjam Rp 1jt tapi oleh rentenir mereka hanya akan dikasih Rp 950rb alsannya untuk beban administrasi per satu juta dipotong Rp 50rb jadi jika meminjam Rp 10 jt maka hanya akan medapat Rp 9,5jt. Dipotong beban administrasi yang tidak logis. Belum lagi nanti ketika membayar bunga yang tidak sedikit. Beban bungan yang dibayarkan bisa mencapai angka 7,5%. Ada banyak tipe rentenir. Ada yang kalau bayar misal hutang Rp 10juta bunga 7,5% kreditur bayar perbulan 750rb bisa dipotong hutangnya jadi akan berkurang sesuai perjanjian misal 2 tahun baru disepakati lunas.

Ada yang lebih mencekik kreditur tetap bayar bunga tiap bulannya Rp 750 rb namun hutang Rp 10jt tidak akan berkurang sampai si kreditur membayar kontan uang Rp 10jt. Bagaimana rakyat kecil mau sejahtera kalau begini caranya. Kesenjangan Si kaya dan Si miskin semakin menjadi lebar. Tapi apa pemerintah memikirkan hal kesejahteraan rakyat kecil. Ketika semua sistem lama kelamaan bergeser menjadi kapitalis. Yang kaya maikn kaya yang miskin makin miskin,hal ini tentunya sangat tragis untuk rakyat kecil. Bagaimana persoalan ini bisa selesai? ketika pemerintah pun tak peduli dengan nasib kesejahteraan rakyat kecil dan hanya sibuk menggendutkan penguasa yang ada diatas.

Nothing

Mungkin banyak orang mencecar acara yang namanya "D*nia L#*n" atau "D*a D#n!a" tapi buat aku disitu ada pesan tersembunyi. Mungkin cuma beberapa aja yang sadar,karena emang haus direnungin dulu. Di acara itu kadang ada komunikasi sama makhluk gaib. Ada makhluk gaib yang ngaku meninggalnya di tempat itulah atau jin penghuni situ ya begitu deh. 

Tapi sadar gak sih? acara itu ngebuka mata kita lebar-lebar buat berpikir di dunia ini kita itu cuma sebentar. Ada kehidupan yang kekal nantinya yang udah ada dari dulu. Dan makhluk-makhluk gaib itu bukti kalau mereka ada karena kehidupan setelah kematian,buat nunggu hari kiamat itu ada. Setiap orang nantinya akan meninggal dunia. Di dunia ini manusia cuma hidup sebentar tapi nafsu dunianya besar. Kadang bikin kerusuhan, jahatin orang lain dll entah apa yang dikejar. 

Acara itu sebuah bukti nanti pas kita meninggal, kita tetap ada kehidupan dikematian buat nunggu kiamat yang nantinya manusia akan dibangkitkan. Dan acara itu membuat kita berpikir apa yang dikejar manusia dengan kejahatan yang diperbuat? apa yang dikejar manusia di dunia ini? Kenapa manusia begitu terpengaruh dengan kehidupan duniawi ini? menurut saya itulah kenapa setiap teman aku nonton acara itu membuat aku merenung dan berpikir hidup ini sebentar dan nantinya manusia akan meninggal. Ada kehidupan yang menanti setelah meninggal dan nantinya pas kiamat dibangkitkan. Cuma beberapa orang yang sadar akan hal ini.