Rabu, 14 Agustus 2013

Ingin Good Looking Tapi "Maksa"

Ingin Good Looking tapi maksa adalah satu hal yang menurut saya unik. Misalnya banyak mahasiswa atau mahasiswi yang berdandan berlebihan padahal tidak tau bahwa itu cocok atau tidak untuk dirinya. Dan walhasil terlihat maksa. Tidak mau di bilang alay oleh orang lain dan tidak mau ketinggalan zaman. Padahal parameter alay atau ketinggalan zaman hanya di buat-buat oleh anak-anak yang di pikirannya hanya ada hedonisme.
Dan uniknya saking banyaknya jumlah mahasiswi yang ingin update baju tiap hari,di sekitar kampus saya ada yang menyediakan membeli baju dengan cara kredit. Saya mengetahui hal ini dari teman saya. Atau ada mahasiswa atau mahasiswi yang ingin terlihat keren dengan memakai smartphone. Kemana-mana autis megang smartphone mulu padahal gak tau apa yang dibuka atau chatting dengan siapa dan yang paling unik adalah setiap sebelum makan di foto dulu makanannya terus di upload ke media sosial. Menurut saya itu adalah hal yang sangat tidak penting. Yang harusnya sebelum makan berdo'a dulu malah foto-foto dulu.
Rambut di cat warna-warni kaya boy band atau girl band. Sibuk merhatiin hijab modern yang tidak sesuai syar'i dan terlihat penuh dikepala. Ada-ada saja tingkah manusia jaman sekarang yang pengin eksis badai malah ngabisin duit. Bilangnya ini kebutuhan padahal butuh cuma buat chatting gak jelas. Belum tentu buat cari ilmu atau nambah pengetahuan.
Agnes pernah bilang sesuatu yang sedang ngetrend saat ini akan menjadi kampungan di esok hari. Jadi menurut saya apa yang sedang ngetrend saat ini, jangan terlalu heboh ata

Hedonisme saat Idul Fitri

 Seperti biasanya setiap satu tahun sekali umat muslim seantero dunia merayakan hari raya Idul fitri. Namun tahun ini berbeda,dikarenakan Idul fitri tahun 2013 ini di ikuti dengan harga kenaikan bbm. Harga-harga melambung tinggi dengan tidak terkendali. Berbagai macam harga kebutuhan pokok pun melambung tinggi di atas harga sewajarnya. Harga daging pun hampir setara dengan harga emas.
 Moment bulan ramadhan dan hari raya idul fitri ini seperti di manfaatkan oleh banyak kalangan pembisnis untuk menaikkan harga atau memberikan harga potongan namun sebenarnya sebelum di beri potongan harga tersebut sudah dinaikkan.Masyarakat kelas menengah ke atas berbondong-bondong menyerbu pasar,swalayan dan tempat perbelanjaan lainnya untuk membeli barang-barang sebanyak-banyaknya. Padahal belum tentu mereka butuh.
 Seperti membeli mukena baru,baju baru, kue kue kering khas Idul fitri atau apapun itu yang sebetulnya tidak ada kewajiban untuk membeli. Dan dengan enaknya para produsen menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi. Ini dikarenakan budaya masyarakat kalangan menengah ke atas yang sangat hedonis agar terlihat "wah" disaat Idul fitri dengan pakaian baru dan lain sebagainya. 
 Bagaimana pun keadaan ini menyulitkan masyarakat kalangan bawah karena banyak harga kebutuhan pokok yang tinggi tidak dapat dibeli. Dan sepertinya budaya hedonisme ini sulit untuk dihilangkan. Mirisnya pemerintah tidak dapat mengontrol harga-harga ini. Setidaknya ketika memang harga harus naik, naiknya harga barang itu terkendali dan tidak semaunya sendiri karena itu meugikan.
 Semoga saja kedepannya semua masyarakat dapat menghilangkan atau mengurangi sedikit demi sedikit budaya tersebut. Meskipun terjadi seperti hukum permintaan atau penawaran namun itu tidak mutlak karena akan banyak faktor yang memengaruhi. Dan semoga saja pemerintah dapat membantu meringankan beban masyarakat kalangan bawah.